6.06.2011

BAB I RAGAM BAHASA

Kompetensi Dasar
Pada akhir perkuliahan ini, diharapkan mahasiswa dapat
a.  menjelaskan fungsi bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dan alat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan;
b.      menjelaskan ragam bahasa keilmuan;
c.       memperbaiki sikap dan pemakaian bahasa Indonesia dalam bahasa tulis.

1.1 Pendahuluan
Pada umumnya kita dapat berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia baik lisan maupun tulis. Dalam berdialog, membaca buku, mungkin Anda tidak mengalami kesulitan dalam memahami dialog atau bacaan tersebut. Akan tetapi, tingkat kemampuan Anda berbeda baik dalam pemakaian dan penggunaan bahasa Indonesia dalam bahasa tulis.

Pekerjaan atau jabatan yang akan dipangku oleh Anda sesudah menamatkan studi, jelas menuntut penguasaan bahasa Indonesia dengan baik. Anda, sebagai calon pemegang pekerjaan pada berbagai perusahaan atau instansi, harus memiliki penguasaan bahasa Indonesia yang memadai. Di samping itu, Anda sebagai mahasiswa dituntut untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar dalam tulisan. Mata kuliah Bahasa Indonesia sangat diperlukan agar Anda dapat menuangkan gagasan dengan baik dan memiliki tingkat penguasaan yang memadai, sebagaimana yang dipersyaratkan oleh pekerjaan atau jabatan yang dipangkunya kelak setelah menamatkan studi.

1.2 Aspek-aspek Penguasaan Bahasa
Kemampuan berbahasa Indonesia sangat diperlukan agar kita dapat memahami tuturan lawan berbicara atau isi buku yang ditulis dalam bahasa yang bersangkutan. Kita dapat berbicara atau menulis dalam bahasa Indonesia, bila kita menguasai bahasa tersebut dengan baik.

Kemampuan bahasa dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu kemampuan memahami pembicaraan atau tulisan orang lain dan kemampuan menggunakan bahasa dalam berbicara atau menulis. Kemampuan memahami pembicaraan orang lain disebut penguasaan reseptif, sedangkan kemampuan berbicara dan menulis disebut penguasaan produktif. Dengan demikian, kemampuan berbahasa meliputi kemampuan a) mendengarkan, b) membaca, c) berbicara, dan d) menulis.

Pada dasarnya, kemampuan reseptif seseorang lebih tinggi daripada kemampuan produktif. Berbicara dalam arti berpidato, memberikan sambutan, presentasi, atau memberikan penyuluhan dalam pertemuan resmi, memerlukan penguasaan bahasa yang cukup tinggi, begitu pula menulis dalam arti mengungkapkan ide-ide dalam suatu laporan.

Penguasaan bahasa Indonesia secara produktif lebih ditekankan. Hal ini disebabkan  penguasaan bahasa Indonesia secara produktif tulis tersebut erat kaitannya dengan penguasaan produktif lisan, maka penguasaan produktif tulis perlu lebih banyak mendapat perhatian baik dalam penyusunan laporan maupun dalam pelaksanaan tugaskelak bila Anda bekerja.

1.3 Fungsi Bahasa Indonesia
Sejak dikumandangkan Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928, resmilah bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasional. Sebagai bahasa nasional bahasa Indonesia berfungsi sebagai lambang kebanggaan nasional, lambang identitas nasional, alat pemersatu bangsa, atau alat perhubungan antardaerah dan budaya.

Selain berkedudukan sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia juga berkedudukan sebagai bahasa negara sesuai dengan UUD 1945, Bab XV, Pasal 36. Sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa resmi kenegaraan, bahasa pengantar di dalam dunia pendidikan, alat perhubungan pada tingkat nasional, dan alat pengembangan kebudayaan, dan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Widjono Hs (2005:11-18) menyebutkan bahasa Indonesia berfungsi sebagai sarana berikut, yaitu sarana komunikasi, integrasi dan adaptasi, kontrol sosial, memahami diri, ekspresi diri, memahami orang lain, mengamati lingkungan sekitar, berpikir logis, sarana membangun kecerdasan, membangun karakter, mengembangkan profesi, dan menciptakan kreativitas .

1.4 Ragam  Bahasa
Ragam bahasa Indonesia timbul dikarenakan perbedaan ”tujuan dan hal” yang disampaikan. Gagasan yang disampaikan dalam surat, makalah, koran, laporan, pidato, atau karya sastra, menggunakan ragam bahasa yang berbeda. Pada dasarnya, ragam bahasa dibedakan berdasarkan media dan berdasarkan pesan komunikasi. Berdasarkan media, ragam bahasa Indonesia terdiri dari ragam bahasa lisan dan tulis, sedangkan bila ditinjau dari pesan komunikasi ragam bahasa Indonesia dibedakan menjadi ragam bahasa ilmiah, jurnalistik,  jabatan , dan sastra.

1.4.1        Ragam Bahasa Lisan
Ragam bahasa lisan digunakan dalam berpidato, berdiskusi, atau berkomunikasi lewat telepon. Dalam kegiatan tersebut penutur bahasa  menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan  kebutuhan dan situasi. Dalam bahasa lisan sering digunakan kosa kata tidak baku, cenderung tidak menggunakan imbuhan, atau struktur kalimat yang tidak lengkap terutama dalam bahasa lisan seperti dalam pentas seni, ular-ular, atau rapat akbar. Akan  tetapi, bahasa lisan dalam seminar, rapat kerja, atau kongres cenderung menaati kaidah bahasa Indonesia yang berlaku karena peserta mempunyai kemampuan berbahasa yang tidak jauh berbeda.



1.4.2  Ragam  Bahasa Tulis
Ragam bahasa ini lebih menekankan penggunaan kaidah bahasa secara cermat dalam tulisan, seperti surat, artikel, laporan, makalah, atau laporan kegiatan. Dalam tulisan tersebut disarankan menggunakan kosa kata baku, bentuk kata berimbuhan, struktur kalimat lengkap, dan paragraf  saling berhubungan. 

Ragam bahasa  tulis disampaikan dalam situasi resmi untuk keperluan ilmiah (keilmuan) sehingga bahasa Indonesia itu harus memenuhi kriteria berikut.
a.       Logis, artinya penggunaan bahasa mencerminkan penalaran sesuai dengan kondisi sebenarnya.
b.      Lugas, artinya penggunaan bahasa disesuaikan dengan bidang ilmu pengetahuan yang bersangkutan.
c.       Bermakna tunggal, artinya bahasa yang digunakan tidak menimbulkan persepsi berbeda-beda.
d.   Denotatif, artinya kosa kata yang digunakan mempunyai makna sebenarnya sesuai dengan konteks kalimat.
e.    Baku, artinya penggunaan bahasa secara cermat sesuai dengan kaidah bahasa yang berlaku dan kelaziman.
f.    Konsisten, artinya penggunaan kosa kata atau istilah secara ajeg pada kata yang memiliki makna yang sama.
g.      Runtun, artinya bahasa yang diungkapkan sistematis.

    Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kementerian Pendidikan Nasional menghimbau agar kita berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Berbahasa Indonesia dengan baik (efektif) artinya berbahasa Indonesia sesuai dengan situasi pemakaiannya. Dalam situasi resmi, kita menggunakan bahasa Indonesia baku, sedangkan situasi santai kita menggunakan bahasa Indonesia tak baku. Penggunaan bahasa Indonesia dengan benar (efisien) berarti penggunaan bahasa Indonesia mengikuti kaidah bahasa Indonesia yang berlaku. Jadi, penggunaan bahasa Indonesia yang baik berkaitan dengan situasi pemakaian, sedangkan bahasa Indonesia yang benar berkaitan dengan kaidah bahas
 
Fungsi bahasa Indonesia baku dipergunakan
      a.       dalam wacana tulis, seperti laporan atau tugas akhir,
b.      sebagai alat komunikasi resmi, seperti pengumuman, surat-surat resmi, atau undang­-undang,
c.       dalam pembicaraan yang bersifat keilmuan, seperti ceramah, diskusi, atau pelatihan, atau
d.      dalam pembicaraan dengan orang-orang yang dihormati seperti atasan atau orang­orang yang belum dikenal.


Bahasa Indonesia baku mengikuti kaidah bahasa Indonesia yang berlaku seperti berikut.

a.       Tertib penulisannya mengikuti Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD)
      b.      Tertib pembentukan istilah berpedoman pada Pedoman Umum Pembentukan Istilah (PUPI).
c.       Kosa kata yang tidak digunakan dipengaruhi oleh bentuk kosa kata daerah/dialek. Sebagai acuan       dapat digunakan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
d.      Kalimat mengikuti struktur kalimat efektif sesuai dengan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.
      e.       Lafal yang relatif bebas diwarnai oleh lafal daerah atau dialek setempat.


1.5 Rangkuman
Kemampuan berbahasa terdiri dari mendengarkan, membaca, berbicara, dan menulis. Kemampuan berbahasa Indonesia dengan baik dan benar sangat diperlukan dalam penyusunan formulir, surat, artikel, makalah, laporan atau pertemuan resmi, seperti seminar, lokakarya, penyuluhan, atau ceramah. Dengan demikian, bahasa Indonesia yang digunakan  dalam tulisan atau kegiatan ilmiah tersebut harus mengikuti kaidah bahasa baku.

Penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar sebagai perwujudan fungsi bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasional dan bahasa negara.
 
Design sponsored by WordPress Themes