10.04.2011

Mobile Broadband di Indonesia

7.1 Pendahuluan
Sektor telekomunikasi bergerak secara cepat,di mana inovasi -inovasi baru bermunculan pada teknologi dan layanan sehingga mengubah gaya hidup. Perkembangan telepon bergerak melebihi telepon tetap,tidak hanya di nnegara maju tetapi juga di negara berkembang.Pada negara berkembang, telepon bergerak tidak nhanya menjadi komplementer dari fixed line, tetapi justru menjadi satu-satunya media berkomunikasi yang sebelumnya memang belum ada.
Ketika pasar mengalami kejenuhan,para operator memperluas dan mendiversifikasi layanan yang ditawarkan.Perkembangan teknologi menawarkan kombinasi dari layanan bergerak,aksesibilitas internet,dan kemampuan multimedia seperti pada layanan IMT 2000 atauteknologi 3G,teknologi fixed wireless access, mobile TV,radio dan lain-lain.

Jaringan IMT 2000 pertama kali iluncurkan di Korea dan jepang,ynag kemudian menyebar ke suluruh dunia.Secara keseluruhan perkembanganmencapai 71% antara tahun 2003 dan 2004 dan 100% antara tahun 2004 dan 2005 hingga mencapai 269 juta pelanggan.Pada bulan Maret 2006, HSDPA(Hing Speed Downlink packet access), dibangun pada jaringan W-CDMA eksisting.HSDPA menawarkan peak downlink data rate hingga 1 4 Mbit/s dibandingkan dengan 384 kbit/s pada jaringan 3G tradisional.

Perkembangan berikutnya dari internet dan dunia teknologi informasi (fised broadband) dan mobile world adalah konvergesi : teknologi selular bergerak ke arah HSDPA dan 3G LTE(Long Term evolution), sedangkan fixed line broadband menuju Wimax dan solusi  fixed wireless lainya.Evolusi dari mobile phone dan  wireless acccess system menuju  broadband communication  ditunjukan pada Gambar 8.1. Tujuan akhir keduanya sama yaitu menyediakan konektivitas broadband mobile yang bermutu.

Perkembangan telekomunikasi saat ini sangat pesat sekali, di mana informasi/konten pada komunikasi kini dan masa mendatang merupakan gabungan informasi berupa voice,data, dan video,serta multimedia sehingga membutuhkan bandwidth yang makin besar.Selain dibutuhkan bandwidth yang cukup besar,kecepatan transmisi dari system komunikasi juga menuntut kecepatan yang makin besat.Dapat dikatakan bahwa komunikasi masa depan adalah komunikasi broadband. Ada beberapa definisi untuk broadband, antara lain
  1. Menurut Rekomendasi ITU no. I.113, komunikasi broadband didefinisikan sebagai komunikasi dengan kecepatan transmisi antara 1,5 Mbps hingga 2,0 Mbps
  2. Menurut FCC di Amerika, komunikasi broadbanddicirikan dengan komunikasi yang memiliki kecepatan simetri (up-stream dan down-stream) minimal 200 kbps.
  3. Di Inggris,broadband didefinisikan suatu komunikasi dengan kecepatan stream lebih dari 256 kbps.
  4. Swedia mendefinisikan bahwa komunikasikan broadband memiliki kecepatan 2-5 Mbps pada satu arah.

Broadband wireless sesuai namanya adalah teknologi baru yang menjanjikan kepada pamakai bandwith yang lebar.Dibandingkan dengan teknologi nirkabel yang sudah ada (mobile communication seperti GSM)terdapat perbedaan pada tujuan penggunaan dan kecepatannya.Teknologi nirkabel yang ada diutamakan untuk layanan suara (voice) dan jika digunakan untuk menyalurkan data hanya akan diperoleh kecepatan sekitar 9600 bps saja,sedangkan teknologi broadband wireless menjajikan layanan data (berisi data multimedia)dengan kecepatan antara 1,5 mbps s.d 128 mbps.

Teknoloogi broadband wireless menggabungkan kemudahan-kemudahan yang didapat dari system nirkabel:
  1. Kemudahan dan kecepatan pemasangan
  2. Kemudahan perawatan perangkat
  3. Kemudahan tumbuhnya jaringan
Dengan kecepatan layanan pita lebar.Ragam bentuk teknologi wireless dapat kita kelompokan seperti Gambar 8.2,menurut kategori yang melingkupi implementasi atau standardisasi yang pakai sebagai acuannya.














Ciri lain dari system broadbandwireless adalah bersifat seperti jaringan tetap dengan kemampuan mobitas yang sangat terbatas yang dikarenakan system ini biasanya tidak terdapat dalam perjanjian lintas operator.
7.2 Kondisi Saat ini
Saat ini pembangunan infrakstruktur telekomunikasi di Indonesia menggunakan berbagai teknologi,teknologi tersebut antara lain:
  1. Teknologi Fixed
  1. Switching
  • Telkom sebagai penyelenggara dominan masih memiliki sentral analog untuk layanan voice (PSTN).
  • Masih banyak switch stand-alone)yang tidak mampu mengolah numbering dengan multi area code.
  • TDM(Transmision Digital Multiplexing)switchyang beroprasi saat ini terdiri dari bermacam-macam versi software.
  • TDM switch yang ada sekarang hanya dipergunakan untuk layanan suara.
  • Pengenalan penggunaan teknologi NGN berbasis Softswitch kelas-4 (Softswitchdan Trunk(Gateway)telah dimulai PT>Telkom melalui KSO nya PT.Pramindi Ikat telah membangun Softswitch dengan kapasitas 4000 SST di Lampung dan batam Kapasitas 200.000 SST di Pekanbaru.
  1. Tranmisi
  • Berbasis PDH(Plesiochronous Digital Hierarchy),memiliki keterbatasan dalam hal kapasitas,realibilitas dan kapasitas untuk melakukan pengalihan trafik(proteksi dan restorasi).
  • Berbasis SDH(Synchronous Digital Hierarchy)ring dan backbone berbasis fiber optic untuk SDH dan DWDM (Dense Wavelength Division Multiplexing)
  • Wireline Access (Akses Kabel)
    • Akses kabel tembaga,untuk layanan voice dan sebagain kecil tuntuk komunikasi data dengan bandwidth terbatas.
    • Akses kabel coaxial ,untuk layanan voice ,internet (data) dan gambar (triple bundle).
    • Akses kabel optic, untuk layanan corporate costumer/HRB,(High Rise Building), pengganti kabel primer degnan menggunakan teknologi DLC(Digital Loop Carrier)/MSOAN (Multi Service Optical Access Network)MSAN(Multiple Service Access Network)untuk melayanai barrowband dan broadband.Beberapa operator yang telah membangun jaringan akses optic yaitu PT.Telkom,PT Indosat,PT Excelcomindo,PT comnet Plus dan PT. Indosat.Saat ini pepemrintah tengah menggelar proyek PALAPARing yang merupakan sentra pengembangan jaringan tulang punggung pita lebar yang menghubungkan hampit 425 daerah kota kabupaten dan kotamadya seluruh Indonesia.
  1. Wireless Access
Akses wireless atau akases radio yang digunakan saat ini sangat beragam teknologinya.antara lain:
  • WiFi,Digunakan data jarak pendek.
  • Penegunaak frekuensi 2,4 G GHZ (unlicensed).
  • WLL (Wireless Local Loop)digunakan untuk komunikasi suara secara analog (sudah ditinggalkan)
  • CDMA,digunakan untuk layanan LIMO(Limited mobility)dikelompokan menjadi teknologi akses radio.
  • BWA,Beberapa operator digunakan untuk data dan VOIP.
  1. Komunikasi Data
  • Penggunaan IP versi 4, saat ini beberapa operator sedang melakukan trial IP versi 6.
  • Penggunaan ATM (Asynchronous Transer Mode), menyediakan layananpacket-switched, dengan data transmission rate transmission rate sama dengan SONET yaitu 51,84 Mbps,466,56 Mbps 6288.08 Mbps hingga 39 Gbps.


  1. Teknologi Mobile
  1. Fixed Wireless Access
  • Teknologi CDMA2000 1X, dapat memberikan layanan voice, SMS dan data dengan kecepatan hingga 153.6 KBps;
  • Belum melakukan implementasi CDMA Ev-Do.
  1. GSM
  • 2G,Hanya melayani voice, 2,5G, melayani voice dan data dengan GPRS dan 2,75 G, melayani Voice dan data dengan EDGE;
  • 3G, ECDMA dan HSDPA.
Di sisi core network, sedang dikembangkan solusi MSC berbasis mobile softswitch, IMS serta solusi berbais IN (Intelligent Network). DI sisi access network , pengembangan dilakukan dalam bentuk pembangunan BSC dan TS. Sementara untuk kebutuhan akses data diimplementasikan GPRS/HSDPA dengan WiFi atau lebih dikenal dengan Celluler-Wifi.
Penyelenggara jaringan telekomunikasi di Indonesia terdiri dari 4(empat) Penyelenggara jaringan Tetap Lokal, ± 10 (sepuluh) penyelenggara jaringan bergerak seluler, 4(empat) penyelenggara satelit, sementara penyelenggara jasa telekomunikasi yaitu 12 (dua belas ) penyelenggara inernet untuk keperluan public (ITKP) multimedia secara rinci, 5(lima) penyelenggara multimedia (pay TV via kabel), 298(sembilan ratus dua puluh delapan)internet service provider (ISP) dan 44(empat puluh empat) Network Acces Point (NAP)[13] sebagai berikut:
    1. Penyelenggara Jaringan Tetap Lokal
        1. PT. Telekomunikasi Indonesia (PT.TELKOM)
Perusahan yang merupakan BUMN ini melayani layanan PSTN secara Nasional baik untuk layanan lokal maupun interlokal.Di dalam operasionalnya layanan interlokal dijalankan oleh Divisi Network sedangkan layanan lokal dijalanakan oleh 7 divisi regional.PT Telkom merupakan operator incumbent dalam penyelenggaraan jasa teleponi dasar local,SLJJ dan SLI Indonesia.
        1. PT.Batam Bintan Telekomunikasi
Perusahaan swasta ini memperoleh license untuk melayani layanan lokal untuk daerah Batam dan Bintan.
        1. PT.Ratelindo (Bakrie Telkom)
Perusahaan ini melayani layanan lokal untuk daerah jabotabek,Jabar dan Banten dengan menggunakan teknologi Wireless Local Loop (WLL)yang kemudian menggunakan teknologi fixed wireless access(FWA)

        1. PT.Indosat
PT.Indosat telah memperoleh izin penyelenggaraa an layanan local,SLJJ dan SLI.Penyelenggara Jaringan bergerak seluler.

    1. Penyelenggara Jaringan Bergerak Seluler
Di indonesia saat ini, penggunaan teknologi seluler menggunakan GSM dan CDMA , dimana Fixed wireless access(FWA)-CDMA menjadi 3(tiga) jenis laanan yaitu sebagai fixed line,Limo (limited Mobilyty) dan seluler (full mobility) melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor. 35 Tahun 2004 tentang Penyelenggaraan Tetap Lokal Tanpa Kabel Degnan Mobilitas Terbatas, di mana yang dimaksud dengan mobilitas terbatas (Limited Mobility) pada keputusan menteri tersebut adalah mobililitias jaringan akses pelanggan tetap local tanpa kabel yang dibatasi pada satu daerah operasi tertentu,jenis penyelenggaraan telekomunikasi yang diijinkan untuk menggelar layanan mobilitas terbatas adalah penyelenggara an jaringan tetap local dan terbatas pada 1 (satu) Wilayah layanan melayani satu kode area layanan jaringan tetap local. Namun pada kenyataanya para pemegang lisensi FWA-CDMA fixed dan Limo hanya mengembangkan jangkauan layanannya pada daerah perkotaan (iurban)tidak mengembangkan layanannya ke daerah (Rural)






Tabel 8.1 Penyelanggara Jaringan Bergerak Seluler di Indonesia

No
Perusahaan
Jenis Lisensi
Teknologi
Pita Frekuensi Uplink (MHz)
Pita Frekuensi Downlink (MHz)
Bandwidth
(MHz)
Cakupan Lisensi
Regulasi Pendukung
1
Sampoerna Telekomunikasi
Indonesia
SBTS(mobile)
CDMA2000
450-457.5
450-457.5
7.5
Nasional


2
Mobile-8
SBTS(mobile)
FWA
CDMA2000
835-839(3 kanal)
880-874(3 kanal)
3.75
Nasional


3
Bakrie Telecom
FWA,SBTS(mobile)
CDMA2000
825-829(3 kanal)
870-874(3 kanal)
3.75
Nasional


4
Telkom (Flexi)
FWA
CDMA2000
832-835(3kanal)
877-811(3kanal)
3.75
Nasional


5
Indosat (Starone)
FWA
CDMA2000
843-845(2 kanal)
887-890(2kanal)
2.5
Nasional


6
Primasel-WIN
FWA
CDMA2000
1903.75-1910
1983.5-1990
6.25
Nasional


7
Indosat (Seluler)
SBTS(mobile)
GSM
890-900
935-945
10
Nasional


SBTS(mobile)
GSM
1717.5-1722.5
1812.5-1817.5
5
Nasional


SBTS(mobile)
GSM
1750-1765
1845-1850
15
Nasional


SBTS(mobile)
UMTS
1950-1955
2140-2145
5
Nasional
PM.7/2006
8
Telkomsel
SBTS(mobile)
GSM
900-907.5
945-925.5
7.5
Nasional


SBTS(mobile)
GSM
1722.5-1730
1817.5-1825
7.5
Nasional


SBTS(mobile)
GSM
1755-1775
1850-1870
10
Nasional


SBTS(mobile)
UMTS
1940-1945
2130-2135
5
Nasional
Pm.7/2005
9
XL
SBTS(mobile)
GSM
907.5-915
952.5-950
7.5
Nasional


SBTS(mobile)
GSM
1710-1717.5
1805-1812.5
7.5
Nasional
PM.7/2006
SBTS(mobile)
UMTS
1945-1950
2135-2130
5
Nasional


10
Lippo Telecom
SBTS(mobile)
GSM
1730-1745
1825-1840
15
Nasional


SBTS(mobile)
UMTS
1930-1930
2120-1840
10
Nasional
Pm.7/2005
11
Cyber Access Comm (CAC)
SBTS(mobile)
GSM
1775-1785
18870-1880
10
Nasional


SBTS(mobile)
UMTS
1920-1925
2110-2115
10
Nasional
Pm.7/2005

    1. Penyelenggara ITKP
Penyelenggara ITKP pada akhir 3007 terdapat 12 penyelenggara yaitu PT.Excelcomindo Pratama,PT.Indo Pratama Teleglobal, PT.Jasnita Telekomindo,PT.Primedia Arkomoekadata Internet, PT.Satria Widya Prima, PT.Starcall Siskom, PT.Satelindo, PT.Atlasat Solusindo, PT.Gaharu Sejahtera, PT.Indosat, PT.Mobile-8 PT.Telekomunikasi Indonesia,Tbk.






    1. Penyelenggara Satelit
Penyelenggara satelit terbagi menjadi 2 (dua) yaitu terrestrial dan bergerak satelit.Di mana penyelenggara bergerak terrestrial yaitu:
  1. PT. Indosat meluncurkan Palapa A,B dan C Series(diluncurkan) oleh PT.Satelindo,pada tahun 2001 merger dengan PT.Indosat) dengan transponders untuk 24 C-Band standard, 6 extended C-Band,and 4 Ku-Band.
  2. PT.Telkom dengan Telkom-1 ,Telkom -2, degnan kapsitas transponder untuk 24 C-Band and 12 extended C-Band.
  3. PT Media Citra Indovision dengan Indostar-1 (Cakarawarta)Satelitenuntuk melayani DTH (Direct to Home).
Penyelenggara bergerak satelit yaitu PT.Pasifik Satelit Nusanatara (PSN) menggunakan satelit Garuda.
    1. Penyelenggara multimedia (pay TV via kabel)
Terdapat 5(lima)Penyelenggara multimedia PT.Broadband Multimedia ,Tbk, PT.Direct Vision,PT.Fasindo Jaya Kabel TV,PT.Globalcomm Internasional dan PT.Sistelindo Mitralintas.

f. Penyelenggara ISP dan NAP
Berdasarkan data dari Ditjen Postel dari 298 ISP dan 44 NAP yang mendapat ijin iji ,sekitar ±172 penyelenggara tersebut yang masih aktif melakukan kewajibannya yaitu melakukan pembayaran Biaya Hak Penyelenggara Telekomunikasi (BHP-Tel) dasal dan kontribusi kewajiban pelayanan universal (KKPU/USO).Untuk ISP terbesar masih di dominasi oleh PT.Telkom, PT.Indosat, CBN Net, Indo net dan centrin dan untuk NAP di dominasi oleh PT.CSM, PT.Lintas Arta, PT.Tangara Mitrakom, PT.Patrakom, PT.Excelcomindo, PT.Anta Mediakom,PT.Broadband Multiedia Asia dan PT.Centrin Online.

Beberapa regulasi saat ini terkait dengan implementasi mobile broadband wireless access sebagai berikut:

  1. Struktur Perizinan
  1. Undang-undang Nomor 36/1999 pasal 7 dan Peraturan Pemerintah No.52 tahun 2007 Pasal 3 dinyatakan bahwa Pemerintah No.52 2007 Pasal 3 dinyatakan bahwa penyelenggaraan telekomunikasi meliputi:
  1. Penyelenggaraan jaringan telekomunikasi;
  2. Penyelenggaraan jasa telekomunikasi;
  3. Penyelenggaraan telekomunikasi khusus;




  1. PP 52/2000 pasal 9 ayat (1).(2) dan (3) dan KM 20/2001 pasal 3 ,bahwa :
  1. Ayat 1,penyelenggaraan jaringan telekomunikasi terdiri dari :
    • Penyelenggaraan jaringan tetap;
    • Penyelenggaraan jaringan bergerak;
  2. Ayat 2 penyelenggaraan jaringan tetap dibedakan dalam:
    • Penyelenggaraan jaringan tetap local ;
    • Penyelenggaraan jaringan tetap sambungan langsung jarak jauh;
    • Penyelenggaraan jaringan tetap sambungan internasional;
    • Penyelenggaraan jaringan tetap tertutup.

  1. Penyelenggaraan jaringan bergerak dibedakan dalam:
    • Penyelenggaraan jaringan bergerak terrestrial;
    • Penyelenggaraan jaringa bergerak seluler;
    • Penyelenggaraan jaringan bergerak satelit.
  1. PP 52/2000 pasal 14 ayat (1) dan KM 21/2001 pasal 3 ,dinyatakan bahwa penyelenggaraan jasa telekomunikasi teridiri dari :
  1. ISP (Internet Service Provier);
  2. Multimedia;
  3. ITKP (Internet Teleponi untuk keperluan Publik);
  4. Premium Call
  1. PP 52/2000 pasal 38 dinyatakan Penyelenggaraan telekomunikasi khusus deselenggarakan untuk keperluan:
  1. Sendiri
  2. Pertahanan Negara
  3. Penyiaran.
  1. Bentuk izin penyelenggaraan jaringan dan jasa telekomunisia saat ini adalah modern lisenseing berisikan:
  1. Hak pemilik izin,yaitu berhak untuk menyelenggarakan jasanya,berhak menerima pembayaran dari pengguna data,memilih dan menggunakan teknologi sepanjang memenuhi standar teknis,untuk menyelenggarakan jaringan bergerak seluler diberikan hak untuk menyelenggarakan MVNO.
  2. Kewajiban,yaitu pengembangan wilayah layanan dan kinerja operasi,kewajiban pelayan universal (USO)bagi penyelenggara jaringan saja.
  3. Persyaratan teknis,yaitu pemenuhan kewajiban terhadap pengguna jasa,NHP telekomunikasi ,ULO (uji layak operasi) dan Ganti Rugi kepada pengguna jasa .
  4. Pelaporan
  5. Sanksi,yaitu Sanksi yang dikenakan apabila tidak memenuhi kewajiban diatas.


  1. Tarif(Tarif Layanan /Retail)
  1. Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 9 Tahun 2006 tentang Tatacara Penetapan Tarif Awal dan Penetapan Tarif Perubahan Jasa Teleponi Dasar melalui Jaringan Tetap.Pada Peraturan Menteri tersebut dinyatakan bahwa:
        1. Pasal2,Struktur Tarif terdiri dari biaya pasang baru biaya berlangganan bulanan,biaya penggunaan dan biaya fasilitas tambahan.
        2. Pasal 7,untuk menghitung besaran tarif awal jasa teleponi dasar ditetapkan dengan menggunakan formula perhitngan tarif berbasis biaya.Didalam melakukan perhitungan memperhatikan data-data dan model perhitungkan sebagai berikut:
  • Data penyelenggara jaringan tetap dalam negeri yang diperoleh dari laporan tahunan dan laporan triwulan yang telah diaudit dari lporan tahunan dan laporan triwulan yang telah di audit oleh akuntan public atau Rencana Usaha(Bisnis Plan )bagi operator baru.
  • Data indek haga,tingkat suku bungan,dan data ekonomi makro lainya yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS)atau lebmabaga resmi lainya.
 

6.06.2011

BAB I RAGAM BAHASA

Kompetensi Dasar
Pada akhir perkuliahan ini, diharapkan mahasiswa dapat
a.  menjelaskan fungsi bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dan alat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan;
b.      menjelaskan ragam bahasa keilmuan;
c.       memperbaiki sikap dan pemakaian bahasa Indonesia dalam bahasa tulis.

1.1 Pendahuluan
Pada umumnya kita dapat berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia baik lisan maupun tulis. Dalam berdialog, membaca buku, mungkin Anda tidak mengalami kesulitan dalam memahami dialog atau bacaan tersebut. Akan tetapi, tingkat kemampuan Anda berbeda baik dalam pemakaian dan penggunaan bahasa Indonesia dalam bahasa tulis.

Pekerjaan atau jabatan yang akan dipangku oleh Anda sesudah menamatkan studi, jelas menuntut penguasaan bahasa Indonesia dengan baik. Anda, sebagai calon pemegang pekerjaan pada berbagai perusahaan atau instansi, harus memiliki penguasaan bahasa Indonesia yang memadai. Di samping itu, Anda sebagai mahasiswa dituntut untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar dalam tulisan. Mata kuliah Bahasa Indonesia sangat diperlukan agar Anda dapat menuangkan gagasan dengan baik dan memiliki tingkat penguasaan yang memadai, sebagaimana yang dipersyaratkan oleh pekerjaan atau jabatan yang dipangkunya kelak setelah menamatkan studi.

1.2 Aspek-aspek Penguasaan Bahasa
Kemampuan berbahasa Indonesia sangat diperlukan agar kita dapat memahami tuturan lawan berbicara atau isi buku yang ditulis dalam bahasa yang bersangkutan. Kita dapat berbicara atau menulis dalam bahasa Indonesia, bila kita menguasai bahasa tersebut dengan baik.

Kemampuan bahasa dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu kemampuan memahami pembicaraan atau tulisan orang lain dan kemampuan menggunakan bahasa dalam berbicara atau menulis. Kemampuan memahami pembicaraan orang lain disebut penguasaan reseptif, sedangkan kemampuan berbicara dan menulis disebut penguasaan produktif. Dengan demikian, kemampuan berbahasa meliputi kemampuan a) mendengarkan, b) membaca, c) berbicara, dan d) menulis.

Pada dasarnya, kemampuan reseptif seseorang lebih tinggi daripada kemampuan produktif. Berbicara dalam arti berpidato, memberikan sambutan, presentasi, atau memberikan penyuluhan dalam pertemuan resmi, memerlukan penguasaan bahasa yang cukup tinggi, begitu pula menulis dalam arti mengungkapkan ide-ide dalam suatu laporan.

Penguasaan bahasa Indonesia secara produktif lebih ditekankan. Hal ini disebabkan  penguasaan bahasa Indonesia secara produktif tulis tersebut erat kaitannya dengan penguasaan produktif lisan, maka penguasaan produktif tulis perlu lebih banyak mendapat perhatian baik dalam penyusunan laporan maupun dalam pelaksanaan tugaskelak bila Anda bekerja.

1.3 Fungsi Bahasa Indonesia
Sejak dikumandangkan Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928, resmilah bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasional. Sebagai bahasa nasional bahasa Indonesia berfungsi sebagai lambang kebanggaan nasional, lambang identitas nasional, alat pemersatu bangsa, atau alat perhubungan antardaerah dan budaya.

Selain berkedudukan sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia juga berkedudukan sebagai bahasa negara sesuai dengan UUD 1945, Bab XV, Pasal 36. Sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa resmi kenegaraan, bahasa pengantar di dalam dunia pendidikan, alat perhubungan pada tingkat nasional, dan alat pengembangan kebudayaan, dan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Widjono Hs (2005:11-18) menyebutkan bahasa Indonesia berfungsi sebagai sarana berikut, yaitu sarana komunikasi, integrasi dan adaptasi, kontrol sosial, memahami diri, ekspresi diri, memahami orang lain, mengamati lingkungan sekitar, berpikir logis, sarana membangun kecerdasan, membangun karakter, mengembangkan profesi, dan menciptakan kreativitas .

1.4 Ragam  Bahasa
Ragam bahasa Indonesia timbul dikarenakan perbedaan ”tujuan dan hal” yang disampaikan. Gagasan yang disampaikan dalam surat, makalah, koran, laporan, pidato, atau karya sastra, menggunakan ragam bahasa yang berbeda. Pada dasarnya, ragam bahasa dibedakan berdasarkan media dan berdasarkan pesan komunikasi. Berdasarkan media, ragam bahasa Indonesia terdiri dari ragam bahasa lisan dan tulis, sedangkan bila ditinjau dari pesan komunikasi ragam bahasa Indonesia dibedakan menjadi ragam bahasa ilmiah, jurnalistik,  jabatan , dan sastra.

1.4.1        Ragam Bahasa Lisan
Ragam bahasa lisan digunakan dalam berpidato, berdiskusi, atau berkomunikasi lewat telepon. Dalam kegiatan tersebut penutur bahasa  menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan  kebutuhan dan situasi. Dalam bahasa lisan sering digunakan kosa kata tidak baku, cenderung tidak menggunakan imbuhan, atau struktur kalimat yang tidak lengkap terutama dalam bahasa lisan seperti dalam pentas seni, ular-ular, atau rapat akbar. Akan  tetapi, bahasa lisan dalam seminar, rapat kerja, atau kongres cenderung menaati kaidah bahasa Indonesia yang berlaku karena peserta mempunyai kemampuan berbahasa yang tidak jauh berbeda.



1.4.2  Ragam  Bahasa Tulis
Ragam bahasa ini lebih menekankan penggunaan kaidah bahasa secara cermat dalam tulisan, seperti surat, artikel, laporan, makalah, atau laporan kegiatan. Dalam tulisan tersebut disarankan menggunakan kosa kata baku, bentuk kata berimbuhan, struktur kalimat lengkap, dan paragraf  saling berhubungan. 

Ragam bahasa  tulis disampaikan dalam situasi resmi untuk keperluan ilmiah (keilmuan) sehingga bahasa Indonesia itu harus memenuhi kriteria berikut.
a.       Logis, artinya penggunaan bahasa mencerminkan penalaran sesuai dengan kondisi sebenarnya.
b.      Lugas, artinya penggunaan bahasa disesuaikan dengan bidang ilmu pengetahuan yang bersangkutan.
c.       Bermakna tunggal, artinya bahasa yang digunakan tidak menimbulkan persepsi berbeda-beda.
d.   Denotatif, artinya kosa kata yang digunakan mempunyai makna sebenarnya sesuai dengan konteks kalimat.
e.    Baku, artinya penggunaan bahasa secara cermat sesuai dengan kaidah bahasa yang berlaku dan kelaziman.
f.    Konsisten, artinya penggunaan kosa kata atau istilah secara ajeg pada kata yang memiliki makna yang sama.
g.      Runtun, artinya bahasa yang diungkapkan sistematis.

    Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kementerian Pendidikan Nasional menghimbau agar kita berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Berbahasa Indonesia dengan baik (efektif) artinya berbahasa Indonesia sesuai dengan situasi pemakaiannya. Dalam situasi resmi, kita menggunakan bahasa Indonesia baku, sedangkan situasi santai kita menggunakan bahasa Indonesia tak baku. Penggunaan bahasa Indonesia dengan benar (efisien) berarti penggunaan bahasa Indonesia mengikuti kaidah bahasa Indonesia yang berlaku. Jadi, penggunaan bahasa Indonesia yang baik berkaitan dengan situasi pemakaian, sedangkan bahasa Indonesia yang benar berkaitan dengan kaidah bahas
 
Fungsi bahasa Indonesia baku dipergunakan
      a.       dalam wacana tulis, seperti laporan atau tugas akhir,
b.      sebagai alat komunikasi resmi, seperti pengumuman, surat-surat resmi, atau undang­-undang,
c.       dalam pembicaraan yang bersifat keilmuan, seperti ceramah, diskusi, atau pelatihan, atau
d.      dalam pembicaraan dengan orang-orang yang dihormati seperti atasan atau orang­orang yang belum dikenal.


Bahasa Indonesia baku mengikuti kaidah bahasa Indonesia yang berlaku seperti berikut.

a.       Tertib penulisannya mengikuti Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD)
      b.      Tertib pembentukan istilah berpedoman pada Pedoman Umum Pembentukan Istilah (PUPI).
c.       Kosa kata yang tidak digunakan dipengaruhi oleh bentuk kosa kata daerah/dialek. Sebagai acuan       dapat digunakan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
d.      Kalimat mengikuti struktur kalimat efektif sesuai dengan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.
      e.       Lafal yang relatif bebas diwarnai oleh lafal daerah atau dialek setempat.


1.5 Rangkuman
Kemampuan berbahasa terdiri dari mendengarkan, membaca, berbicara, dan menulis. Kemampuan berbahasa Indonesia dengan baik dan benar sangat diperlukan dalam penyusunan formulir, surat, artikel, makalah, laporan atau pertemuan resmi, seperti seminar, lokakarya, penyuluhan, atau ceramah. Dengan demikian, bahasa Indonesia yang digunakan  dalam tulisan atau kegiatan ilmiah tersebut harus mengikuti kaidah bahasa baku.

Penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar sebagai perwujudan fungsi bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasional dan bahasa negara.

5.19.2011

MANAJEMEN USER DAN GROUP WINDOWS 2003 SERVER

User Account

  Setelah sistem operasi Windows Server 2003 selesai diinstalasi, pengguna telah dibuatkan dua user dan beberapa group secara default. User yang telah disediakan adalah Administrator dan Guest. User Administrator merupakan anggota dari group Administrators yang berkuasa penuh atas manajemen jaringan, sedangkan user Guest adalah anggota dari group Guest yang tidak memiliki kekuasaan seperti Administrators dan bahkan secara default masih dinonaktifkan (disabled).
   Untuk memberi hak akses berbagai sumberdaya jaringan kepada para pengguna, maka harus dibuatkan user account dan group bagi tiap pengguna. Windows Server 2003 mengenali seorang pengguna serta hak-hak yang dimilikinya berdasarkan user dan group yang terdapat di Domain Controller.
   Representasi seorang pengguna dalam sebuah jaringan adalah user account (untuk selanjutnya disebut account). Sebuah account biasanya diberi nama sesuai dengan nama pengguna yang bersangkutan, atau dengan nama khusus sesuai dengan tujuan dibuatnya account tersebut. Beberapa account dapat digabungkan dalam satu atau lebih group. Fungsi group adalah menggolongkan account ke dalam kelompok-kelompok tertentu sesuai dengan hak yang akan diberikan. Biasanya account yang berada dalam satu group memiliki hak akses yang sama terhadap sumber daya jaringan tertentu. Dengan menggunakan group tersebut maka pekerjaan administrator akan menjadi lebih mudah, karena hak akses cukup diterapkan terhadap suatu group daripada harus menetapkan policy satu per satu untuk tiap account.

User account digunakan oleh pengguna untuk login ke domain Windows Server 2003 dalam jaringan. Berdasarkan ruang lingkupnya, user account dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu local user account dan domain user account.

A.Local User Account

  Adalah account yang terdapat di suatu komputer baik DC maupun klien, dan hanya dapat digunakan untuk login ke komputer tempat account tersebut dibuat. Konsep local user account dan domain user account ini sangat penting dipahami, terutama bila klien menggunakan Windows 2000 maupun Windows XP. Demikian juga jika klien menggunakan Windows NT baik Workstation maupun Server.

 Dalam arsitektur Windows NT dan Windows 2000/XP, setiap komputer memiliki user dan group sendiri yang hanya berlaku untuk komputer tersebut saja. Selain itu terdapat account di level domain yang dibuat di DC dan memiliki ruang lingkup untuk semua komputer di dalam domain.

b. Domain User Account
  Domain user account adalah account yang memiliki cakupan di seluruh domain, dan dibuat dengan menggunakan faslitas AD yang terdapat di DC. Domain account dibuat di DC dan dapat digunakan oleh pengguna untuk login ke dalam jaringan dari komputer manapun selama hak login tersebut diberikan.
Berbeda dengan local account, domain account memiliki lingkup (scope) untuk seluruh domain, sehingga policy yang ditetapkan untuk suatu account akan berlaku pula di seluruh domain. Misalnya suatu account diberikan hak untuk menggunakan printer A yang terdapat di komputer B. Maka pengguna yang menggunakan account tersebut dapat menggunakan printer A tanpa dipengaruhi di komputer mana pengguna tersebut sedang bekerja.

Gambar 4.1 berikut menggambarkan kedudukan domain account dan local account dalam sebuah domain.


Apabila seorang pengguna login ke domain menggunakan domain account maka policy yang ditetapkan adalah di level domain, yang dibuat oleh administrator melalui fasilitas Active Directory. Data domain account tersebut tersimpan di DC. Apabila dalam jaringan terdapat lebih dari satu DC maka data domain account tersebut direplikasikan di semua DC. Dengan demikian konfigurasi policy untuk suatu account yang terdapat di AD akan tetap diterapkan terlepas dari komputer mana seorang pengguna melakukan login. Selama komputer tersebut masih berada dalam satu domain maka policy tersebut akan tetap diterapkan.

Sedangkan local account berlaku sebaliknya, yaitu hanya memiliki lingkup di suatu komputer tertentu. Misalkan pada gambar di atas pengguna menggunakan local account yang terdapat di Klien1 untuk login ke komputer tersebut, maka akan diterapkan policy yang hanya berlaku di Klien1. Account yang dibuat di Klien1 tidak dapat digunakan untuk login ke Klien2, begitu juga sebaliknya. Berbeda dengan account yang terdapat di DC dapat digunakan untuk login ke Klien1 dan Klien2, karena informasi account tersebut tersimpan di AD.

Group Account
  Group account merupakan sekumpulan user account, di dalamnya dapat terdiri dari user account atau group account lainnya. Jadi tidak ada halangan suatu group beranggotakan group lain. Sebagaimana telah diterangkan sebelumnya, group account sangat memudahkan pengaturan jaringan karena policy yang diterapkan di suatu group akan diterapkan pula.terhadap anggota group tersebut. Dengan demikian, maka user yang memiliki hak yang sama dapat dikelompokkan dalam satu group.Saat membuat group, tersedia beberapa jenis pilihan untuk menentukan ruang lingkup dan tipe group yang dibuat. Penting bagi administrator memahami dengan baik ruang lingkup dan tipe dari tiap jenis group.
Group Scope

  Windows Server 2003 memberikan tiga macam ruang lingkup group (group scope) yang dapat dibuat, yaitu group lokal (local group), group global (global group) dan group universal (universal group). Perbedaan ketiga group tersebut bukan bergantung pada isi group, melainkan pada lingkup kemampuan masing-masing group.
a. Domain Local Group
   Group lokal memiliki hak izin dan security pada tempat group tersebut dibuat. Dengan kata lain, group lokal adalah group yang ada di lingkungannya sendiri, tidak berhubungan dengan jaringan lain.

Jika server difungsikan sebagai Active Directory Domain Controllers, maka group lokalnya menjadi domain local group. Jika server tersebut berhubungan dengan server lain (domain server) sehingga berfungsi sebagai member server, maka group lokalnya dapat menerima group global dari domain server tersebut untuk dijadikan sebagai anggotanya sehingga dapat mengakses sumber dari member server tersebut.

Domain local group biasanya digunakan untuk memberikan hak akses terhadap sumber daya jaringan tertentu dalam suatu domain, misalnya printer, folder, file maupun hardware lainnya. Karakteristik domain local group adalah :

      - Dapat beranggotakan user atau group dari domain manapun 
      - Hanya dapat digunakan untuk memberikan hak akses yang terdapat di domain dimana group tersebut   dibuat. 
      - Group ini hanya dapat dilihat di domain dimana group tersebut dibuat
Dengan kata lain, group lokal dapat mempunyai anggota group global, group universal dari domain lain, dan group lokal lain dalam domain yang sama asalkan Windows Server 2003 disetup dalam mode native.
b. Global Group 
  Group global biasanya digunakan untuk memberikan hak akses kepada user atau group yang memiliki kesamaan hak akses terhadap sumber daya jaringan tertentu.Group ini dapat beranggotakan user dan group global lain dari domain mana saja asal domain disetup dalam mode mixed. Sedangkan pada mode native, group global hanya dapat beranggotakan user atau group global yang terdapat di domain yang sama. Group ini dapat dilihat dari domain manapun dalam jaringan

c. Universal Group 
   Group universal hanya dapat dibuat jika server disetup pada mode native. Group ini memiliki karakteristik yang merupakan gabungan dari domain local group dan global group. Anggota group ini dapat berupa user, group global dan group universal lainnya dari domain mana saja dan dapat memberikan akses ke sumber domain apa saja. Group jenis ini biasa digunakan apabila terdapat user atau group yang memerlukan hak akses sumber daya jaringan lintas domain. Misalnya untuk mobile user yang sering berpindah kota, dan harus mengakses file di tiap-tiap kota tersebut. Group ini dapat dilihat dari domain manapun dalam jaringan.

Karena karakteristik group universal yang sangat fleksibel tersebut, disarankan kepada administrator untuk tidak menggunakan group ini kecuali benar-benar dibutuhkan. Penggunaan group universal tanpa kontrol yang baik akan memperbesar kemungkinan lubang keamanan dalam jaringan.
Group Type 
Berdasarkan fungsinya, terdapat dua jenis group yaitu Security Group dan Distribution Group.

a. Security Group 
   Security group sama seperti user group pada Windows NT, yang digunakan untuk mengontrol pemberian hak dan akses terhadap sumberdaya jaringan tertentu. Windows Server 2003 menggunakan security group dalam penentuan hak suatu account, termasuk juga untuk melakukan suatu job tertentu untuk sekumpulan user. Penggunaan praktisnya antara lain pemberian hak akses terhadap suatu file, atau mendistribusikan e-mail ke sekelompok user. Security group memiliki semua kemampuan dan fungsi distribution group, tetapi tidak sebaliknya.

b. Distribution Group 
  Distribution group digunakan untuk berbagai fungsi yang tidak terkait dengan masalah security atau pemberian hak akses, melainkan hanya dipakai sebagai distribusi seperti distribution list pada exchange server, untuk mendistribusikan pesan kepada sekelompok user.Integrasi dengan active directory memungkinkan administrator menyampaikan pesan atau distribusi file ke sekelompok user yang dimasukkan dalam distribution group.
Group Default 
Secara default, Windows Server 2003 telah membuatkan beberapa group, di antaranya group domain lokal yang juga telah diberikan hak izin pada group tersebut. Group domain lokal tersebut di antaranya terdiri dari:

a. Administrators
   Administrators merupakan group yang memiliki kekuasaan tertinggi dan dapat mengontrol seluruh fasilitas kemampuan Windows Server 2003. User yang telah dibuatkan untuk menjadi anggota group ini adalah Administrator. 
b. Server Operators
   Anggota dari group ini dapat mengelola domain controller, mempunyai kekuasaan seperti anggota dari group Administrators seperti membuat, mengatur dan menghapus share printer, backup file dan direktori, logon pada komputer server dan mengakhiri server (shutdown). Group ini tidak dapat mengatur sekuritas pada server. 
c. Account Operators
   Anggota group ini dapat membuat, menghapus atau memodifikasi user, group global dan group lokal yang dibuatnya. Account operators tidak dapat menghapus atau memodifikasi group Administrators, Server Operators, Backup Operators, Print Operators dan Domain Admins. 
d. Print Operators 
Anggota group ini dapat membuat, mengelola dan menghapus share printer, logon pada komputer server dan melakukan shutdown server.
e. Backup Operators 
  Anggota dari group ini dapat melakukan proses backup file dan direktori dari server serta mengembalikannya kemudian (restore). Anggota group ini juga dapat logon pada server dan melakukan proses shutdown server. 
f. Replicator 
Anggota group ini difungsikan untuk melakukan proses replika folder / direktori. 
g. Users Group 
  ini merupakan group default bagi setiap account user yang dibuat di server. Setiap user yang dibuat secara otomatis dimasukkan sebagai anggota group ini. Anggota groupini hanya dapat menjalankan program aplikasi, mengelola file dan direktori, menggunakan printer dan membuat profil miliknya sendiri. Anggota group ini juga tidak dapat logon pada komputer server, melainkan harus melalui workstation, kecuali telah diberi hak untuk logon pada server. 
h. Guest Anggota 
  group ini hampir sama dengan group Users tetapi fasilitas yang dimiliki tidak sebanyak group Users, seperti tidak dapat membuat group lokal. Secara default, anggota group Guest adalah user Guest, namun belum dapat diakses karena status account semula adalah disabled.







 
Design sponsored by WordPress Themes